Langsung ke konten utama

Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk & Warna Merah?

Kenapa Imlek Identik dengan Buah Jeruk & Warna Merah?

Setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, suasananya selalu terasa berbeda. Jalanan mulai ramai dengan hiasan khas, rumah-rumah dihiasi ornamen tertentu, dan toko-toko dipenuhi dekorasi yang langsung membuat orang tahu: perayaan besar sedang datang.

Namun ada dua hal yang hampir selalu muncul di mana-mana.

Buah jeruk yang ditumpuk rapi dalam keranjang, dan warna merah yang mendominasi hampir semua sudut.


Banyak orang mungkin hanya menganggapnya sebagai tradisi biasa. Tapi sebenarnya, ada cerita panjang dan makna mendalam di balik dua simbol ini. Dan menariknya, alasan mengapa jeruk dan merah begitu melekat dengan Imlek bukan sekadar karena “cantik” atau “kebiasaan turun-temurun”.

Ada sejarah, filosofi, bahkan permainan makna bahasa yang membuatnya semakin unik.

Mari kita bahas pelan-pelan, karena jawabannya jauh lebih menarik daripada yang terlihat di permukaan.

Imlek Bukan Sekadar Tahun Baru Biasa

Sebelum membahas jeruk dan merah, kita perlu memahami bahwa Imlek bukan hanya pergantian kalender.

Tahun Baru Imlek adalah momen penting dalam budaya Tionghoa yang melambangkan:

  • Awal kehidupan baru
  • Harapan akan keberuntungan
  • Doa untuk kesehatan dan rezeki
  • Penghormatan kepada keluarga dan leluhur

Karena itulah, hampir semua hal dalam perayaan Imlek selalu punya simbol tertentu. Tidak ada yang benar-benar “asal pilih”.

Termasuk buah jeruk dan warna merah.

Buah Jeruk: Simbol Keberuntungan yang Sangat Kuat

Kalau Anda pernah berkunjung ke rumah orang saat Imlek, hampir pasti Anda akan melihat jeruk di meja tamu.

Kenapa harus jeruk?

Jawabannya tidak sesederhana “karena enak dimakan”.

1. Bunyi Jeruk dalam Bahasa Tionghoa Bermakna Keberuntungan

Salah satu alasan paling terkenal adalah permainan bunyi kata.

Dalam bahasa Mandarin dan beberapa dialek Tionghoa, kata untuk jeruk terdengar mirip dengan kata yang berarti:

  • keberuntungan
  • emas
  • kemakmuran

Itulah sebabnya jeruk dianggap sebagai “buah pembawa hoki”.

Bukan hanya karena bentuknya, tetapi karena cara penyebutannya sudah seperti doa tersendiri.

2. Warna Jeruk Mirip Emas

Jeruk memiliki warna oranye keemasan.

Dalam budaya Tionghoa, warna emas sangat identik dengan:

  • kekayaan
  • kemakmuran
  • rezeki melimpah

Memberikan jeruk kepada orang lain saat Imlek seperti memberi harapan agar orang tersebut mendapat rezeki sepanjang tahun.

3. Jeruk Mudah Dibagikan dan Jadi Simbol Berbagi

Imlek juga erat dengan nilai kebersamaan.

Jeruk adalah buah yang sederhana, mudah dibawa, mudah dibagikan, dan cocok dijadikan hadiah kecil saat bersilaturahmi.

Maknanya bukan sekadar buah, tapi simbol bahwa kita datang membawa niat baik.

4. Bentuknya Bulat Melambangkan Keharmonisan

Dalam budaya Tionghoa, bentuk bulat sering dikaitkan dengan:

  • kesatuan
  • keluarga utuh
  • kehidupan yang lengkap

Jeruk yang bulat dianggap membawa pesan bahwa hidup di tahun baru semoga penuh dan tidak kurang apa pun.

Kenapa Harus Memberi Jeruk Saat Imlek?

Di beberapa tradisi, memberi jeruk bukan hanya formalitas, tapi ada aturan tidak tertulis:

  • Biasanya diberikan dalam jumlah genap
  • Dua jeruk melambangkan pasangan keberuntungan
  • Jeruk diserahkan dengan dua tangan sebagai bentuk hormat

Ini menunjukkan bahwa simbol jeruk sudah benar-benar menjadi bagian penting dalam budaya Imlek.

Warna Merah: Bukan Sekadar Dekorasi

Kalau jeruk hadir di meja, warna merah hadir di seluruh suasana.

Mulai dari lampion, amplop angpao, pakaian, sampai tulisan doa di pintu rumah.

Kenapa merah begitu dominan?

1. Merah Melambangkan Kebahagiaan dan Energi Positif

Dalam budaya Tionghoa, merah adalah warna yang paling kuat melambangkan:

  • kebahagiaan
  • keberuntungan
  • semangat hidup
  • perayaan besar

Itulah sebabnya warna merah dianggap paling cocok untuk menyambut tahun baru.

2. Merah Dipercaya Mengusir Hal Buruk

Ada legenda terkenal tentang monster bernama Nian yang konon muncul setiap pergantian tahun dan mengganggu penduduk desa.

Dikisahkan bahwa monster itu takut pada:

  • warna merah
  • suara keras
  • api

Sejak saat itu, masyarakat menggunakan warna merah dan petasan sebagai simbol perlindungan.

Walaupun kini lebih dianggap sebagai cerita budaya, maknanya tetap hidup: merah adalah simbol pengusir energi negatif.

3. Merah Menjadi Warna Doa dan Harapan

Dekorasi merah bukan hanya untuk meramaikan suasana.

Setiap tempelan merah di pintu rumah biasanya berisi:

  • doa panjang umur
  • harapan rezeki
  • keberhasilan
  • keluarga harmonis

Jadi merah bukan hanya warna, tapi seperti media doa visual.

Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Angpao Merah?

Salah satu simbol paling terkenal adalah angpao.

Amplop merah ini bukan sekadar tempat uang, tapi penuh makna:

  • Merah melambangkan keberuntungan
  • Uang di dalamnya adalah simbol berkat
  • Diberikan dari yang lebih tua kepada yang muda sebagai doa

Itulah sebabnya angpao hampir selalu berwarna merah, bukan warna lain.

Jeruk dan Merah: Kombinasi Simbol yang Saling Melengkapi

Kalau diperhatikan, jeruk dan merah sebenarnya pasangan simbol yang sangat kuat.

Jeruk melambangkan kemakmuran dan rezeki, sedangkan merah melambangkan kebahagiaan dan perlindungan.

Keduanya menjadi pesan lengkap:

  • Semoga tahun baru membawa rezeki
  • Semoga hidup penuh keberuntungan
  • Semoga dijauhkan dari hal buruk
  • Semoga keluarga tetap harmonis

Itulah sebabnya keduanya tidak pernah terpisahkan dari Imlek.

Tradisi Imlek yang Masih Bertahan Hingga Sekarang

Meskipun zaman sudah modern, simbol jeruk dan merah tetap bertahan karena maknanya universal.

Beberapa hal yang masih sering dilakukan:

  • Menyusun jeruk di ruang tamu
  • Memberi jeruk saat berkunjung
  • Menghias rumah dengan lampion merah
  • Mengenakan pakaian merah saat Imlek
  • Memberikan angpao merah kepada anak-anak

Semua ini bukan sekadar kebiasaan, tapi bentuk harapan yang diwariskan.

Jadi Kesimpulannya...

Imlek identik dengan buah jeruk dan warna merah bukan karena kebetulan atau sekadar tradisi tanpa arti. Jeruk melambangkan rezeki, kemakmuran, dan keberuntungan, sementara warna merah menjadi simbol kebahagiaan, perlindungan, serta energi positif untuk menyambut tahun baru. Kombinasi keduanya menciptakan suasana Imlek yang penuh doa, harapan, dan kebersamaan, sehingga tradisi ini terus hidup hingga sekarang, termasuk dibahas dalam berbagai cerita budaya menarik di ajakteman.com.

Baca Topik Terkait ⤵

Menu Utama


Postingan Terbaru

Loading...

Tool PopularRefresh


Artikel Popular